3. Golongan yang ketiga adalah golongan orang-orang yang sudah dikalahkan oleh syaitan, maka orang orang dari golongan ini menjadikan ilmunya sebagai alat untuk memperbanyak harta benda, bermegah megahan dengan kedudukan, merasa perkasa dengan banyaknya pengikut, mereka membuat reka reka dengan ilmunya untuk memperoleh keinginannya, jadi menempatkan dalil tidak pada tempatnya namun dengan hawa nafsu dan egonya. Sedangkan dalam keadaan tersebut mereka menyimpan keyakinan dalam hatinya bahwa mereka adalah dalam keadaan luhur dan tinggi di sisi Allah karena mereka sudah benar benar merasa di jalan para ulama dan termasuk bagian dari ulama. Selain itu tampilan dan gaya mereka dalam berpakaian dan berbicara persis menyerupai para ulama padahal mereka lahir dan batinnya selalu bergegas dengan keduniaan.
Golongan ini menurut Sang Penulis adalah termasuk golongan yang celaka dan kurang akalnya serta tersesat tanpa sadar. Karena putus dan sulitnya berharap untuk supaya orang orang dari golongan ini bertobat soalnya mereka sudah yakin mereka termasuk orang orang yang berbuat baik. Mereka lupa akan firman Allah
ياأيها الذين أمنوا لم تقولون ما لا تفعلون
Wahai orang orang yang beriman, mengapa kalian mengucapkan sesuatu yang tidak kalian kerjakan?
Dan golongan ini termasuk golongan yang dimaksud oleh Rasulullah
انا من غير الدجال أخوف عليكم من الدجال. فقيل وما هو يا رسول الله؟ فقال علماء السوء
Aku dari selain dajjal lebih khawatir atas kalian daripada khawatir terhadap dajjal. Lalu Beliau ditanya. "Apakah itu (Sesuatu selain dajjal yang lebih menakutkan daripada dajjal) wahai Rasulullah?" Lalu Beliau bersabda "Ulama buruk"
*Ada juga khadist lain
إن أخوف ما أخاف على أمتي الأئمة المضلون (رواه الإمام أحمد و الطبراني عن أبي الدرداء)
Sesungguhnya lebih menakutkannya sesuatu yang aku takutkan atas umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan
Dan juga
إن أخوف ما أخاف على أمتي كل منافق عليم اللسان (رواه أحمد بن حنبل عن عمر بن الخطاب)
Sesungguhnya lebih menakutkannya sesuatu yang aku takutkan atas umatku adalah setiap orang munafik yang pintar lisannya
Kenapa bisa seperti itu? Karena dajjal tujuan akhirnya adalah menyesatkan dan ini tidak samar bagi seorang mu'min, sedangkan golongan ini walaupun mereka dengan lisan dan ucapannya mendorong manusia untuk menjauhi dunia, mereka mengajak manusia kepada dunia dengan tindakan tindakannya, sedangkan tindakan itu lebih fasih daripada ucapan dan watak manusia itu lebih mudah condong kepada melihat dan meniru tindakan tindakan daripada menuruti ucapan ucapan.
Jadi apa yang dirusak dengan perbuatan perbuatan dari golongan ini hakikatnya itu lebih banyak daripada apa yang diperbaiki dengan ucapan ucapan mereka.
Karena orang awam itu lebih berani untuk mencintai dunia ketika para ulama berani juga mencintai dunia.
Terkadang orang awam beralasan seperti ini "Itu yang ulama juga kaya gitu jadi ya wajar kalau aku juga seperti itu"
Jadilah ilmu dari golongan ini penyebab beraninya hamba Allah untuk berlaku maksiat kepada-Nya, dan jadilah golongan ini permainan bagi nafsu bodoh mereka. Terkadang nafsu mereka mengajak kepada mereka untuk berangan angan mendapatkan pahala, dan terkadang nafsu mereka mengajak untuk berharap mendapatkan limpahan harta dan keinginan keinginan berlebihan lainnya dan terkadang Nafsu mereka juga mengajak untuk meminta pahala kepada Allah sebab ilmu yang mereka punya dan terkadang pula nafsu mereka menjadikan mereka beranggapan bahwa mereka sudah lebih baik dari kebanyakan hamba Allah yang lainnya.
Sang penulis lalu menasihati kita.
Jadilah kita termasuk golongan yang pertama dan berhati hatilah dari tergolong ke golongan ke dua karena banyak orang yang menunda nunda yang tiba-tiba ajal menjemputnya sebelum bertaubat dan akhirnya menyesal, lalu jagalah benar benar diri kita dari menjadi golongan yang ketiga karena kita bisa menjadi benar-benar celaka yang sulit diharapkan keselamatannya dan sulit dinantikan kembali menjadi baiknya.
*Semoga materi ini bisa menjadi timbangan untuk hati kita dan menambah kebaikan di diri kita sehingga kita bisa menjadi pemimpin bagi diri kita khususnya dan bisa menjadi pemimpin yang baik bagi yang lainnya.
Semoga ilmu agama yang kita pelajari itu menjadi penyetir bagi keahlian keahlian kita yang lainnya, ahli bertani, ahli kedokteran dan keahlian keahlian lainnya sehingga ilmu agama itu yang menjadi pemimpin bagi ilmu ilmu yang lainnya.
Kita banyak keahlian dan ilmu formal namun tidak disetir dengan ilmu agama maka kitapun akan rusak.
Inilah awal mula menjadi seorang pemimpin yaitu berusaha bisa memimpin diri sendiri dengan baik.
Semoga kita bisa ya. Dan mohon doa kebaikannya selalu. Bukan berarti saya menyampaikan seperti ini adalah yang sudah lebih baik dari Njenengan semua. Namun setidaknya semoga Allah memberikanku hikmah dan pemahaman lagi sehingga menjadi orang yang baik di kemudian hari.
Kalaupun ada dari tindakan dan ucapanku yang buruk, peganglah terus kebaikan kebaikan yang pernah Njenengan terima,
Jika mawar itu indah maka kagumilah keindahannya akan tetapi janganlah lupa bahwa ia memiliki duri.
Jangan karena duri engkau membenci sekuntum mawar
Dan jangan karena keindahan mawar, engkau lupa dengan duri.
Jadi mari kita gunakan akal sehat dan hati kita untuk menimbang sesuatu dan jangan lupa kita senantiasa memohon bimbingan dari Allah Sang Maha Pembimbing.
Semoga diridloi-Nya aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar