Sabtu, 20 Februari 2016

Ilmu harus diamalkan Bag 1

Catatan kajian kamis, 11 Februari 2016
Setelah sebelumnya kita diarahkan untuk menjaga dan memperbaiki niat dalam mengaji, serta tahu bahwa Hidayah itu memiliki permulaan dan memiliki puncaknya maka pada kesempatan kali ini sang penyusunan kitab memberikan isyarat bahwa maksud beliau menyusun kitab ini (Bidayatul Hidayah) adalah supaya diri kita ini melatih nafsu kita dan mengujinya. Nah apabila setelah kita pelajari kitab ini kita temui hati kita cenderung terhadap isi yang terdapat dalam kitab ini, serta nafsu kita menuruti dan menerimanya maka bersiaplah untuk menaiki kepada puncak hidayah dan mengarungi samudera ilmu.

Imam Malik pernah berkat "Barang siapa yang mengamalkan apa yang telah ia ketahui maka Allah akan memberikan ilmu tentang apa yang ia belum ketahui"

Namun apabila ketika kita hadapkan isi dari kitab ini kepada hati kita, kita temui hati kita menunda-nunda dalam mengamalkannya maka perlu kita curiga diri kita ini, kemungkinan diri kita masih didominasi oleh nafsu keburukan, nafsu yang bangkit oleh ajakan syaitan terkutuk yang tujuannya adalah menarik kita dengan tali reka dayanya sehingga kita akan diterkam sedikit demi sedikit dengan bujuk rayunya sehingga kita masuk dalam kebiasaan. Tujuan syaitan adalah menjerumuskan kita dalam keburukan akan tetapi di jalan yang seolah olah itu adalah kebaikan sehingga kita menjadi orang yang merugi amal perbuatannya di dalam dunia akan tetapi kita menganggap bahwa kita adalah orang yang berbuat kebaikan. Semoga Allah melindungi kita.

Memang banyak petuah petuah khadis dan atsar tentang keutamaan ilmu, derajat para Ulama, akan tetapi kita janganlah lupa dari sabda Nabi SAW

من ازداد علما ولم يزدد هدى لم يزدد من الله إلا بعدا

"Barangsiapa bertambah ilmunya akan tetapi tidak bertambah hidayahnnya, maka tidaklah bertambah kecuali bertambah jauh dari Allah"

Hal ini adalah sangat mungkin terjadi karena apabila kita merasa sudah berilmu dan merasa benar dan kita tidak hati hati, maka hati kita akan tertutup dan sulit menerima nasihat dari orang lain akhirnya timbullah penyakit penyakit hati seperti takabbur (sombong), ujub (bangga diri) dan lainnya.

Kita jangan lupa dari sabda Nabi Muhammad SAW

أشد الناس عذابا يوم القيامة عالم لم ينفعه الله بعلمه

"Manusia yang paling berat siksanya di hari kiamat adalah orang alim yang Allah tidak memberikan manfaat akan ilmunya"

Hal ini juga sangat mungkin terjadi karena apabila ilmu kita hanya ada pada lisan kita maka kita bisa menjadi orang munafik dan orang munafik seperti di sebutkan dalam surat An-nisaa ayat 145 nantinya akan ditempatkan di tingkatan paling bawah dari neraka.

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِ  ۚ  وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًا  ۙ

Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka,

[QS. An-Nisa': Ayat 145]

Maka dari itu Rasulullah pernah bersabda dalam doanya
Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak bisa khusyu', amal yang tidak diterima dan dari doa yang tidak diijabah (Sudah kita tulis Arab dan terjemahnya di papan tulis)

Apabila semakin kita banyak mengaji akhlak kita semakin tertata, amal kita sesuai dengan ilmu kita maka itu salah satu kita mendapatkan manfaat dari ilmu kita.
*Ada nasihat yang pernah saya baca tentang kesabaran

Sabar itu
1. Menahan diri dari ndresulo dan marah
2. Menahan lisan dari mengeluh
3. Menahan diri dari melakukan perbuatan buruk

Adapun tentang amarah
Jika ada seseorang yang marah karenamu sampai 3 kali akan tetapi dia tidak juga berucap buruk tentang dirimu maka pilihlah dia sebagian sahabat. Karena cara marah seseorang itu memperlihatkan watak asli seseorang.

Jadi kita harus hati hati dalam mengendalikan emosional kita supaya kita pantas menjadi seorang sahabat bagi yang lain.

Bersambung dulu nggih...

Mohon doanya nggih semoga saya istri saya anak saya keluarga saya dan kerabat kerabat saya dijadikan orang orang shalih dan ahli ilmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar